Bangga! 24 Siswa SMAN 4 Siantar Lulus SNMPTN

News

by Patiar Manurung

Bangga! 24 Siswa SMAN 4 Siantar Lulus SNMPTN

Pematangsiantar, Kabarnas.com - Siswa-siswi yang bakal lulus dari SMA Negeri 4 Kota Pematangsiantar kembali diterima di sejumlah Universitas Negeri (UN). Dan hal ini menjadi kebanggaan bagi Kota Pematangsiantar khususnya untuk Kepala SMAN 4 Pematangsiantar, Rudolf Barmer Manurung MPd dan jajarannya.

Barmen Manurung mengatakan, di tahun 2021 ini, sebanyak 24 orang lulus mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan dan 3 diantara masuk ITB, 8 orang masuk USU, 2 orang Unimend dan 3 orang ITERA.

Kemudian, yang masuk UB 3 orang, sedangkan di UNDIP, Universitas Malang, UNUD dan UNSRI masing-masing 1 orang. “Semoga adik-adik kelasnya bisa mengikuti jejak mereka," katanya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jalan Pattimura, Rabu (31/3/2021). 

Sedangkan bagi siswa yang belum diterima SNMPTN, Kepala Sekolah juga berpesan agar jangan berkecil hati atau putus asa karena masih ada SBMPTN menanti, termasuk sekolah kedinasan seperti STAN, AKPOL maupun AKABRI yang juga sangat menjanjikan masa depan yang cerah.

"Saya pribadi berharap dan mendorong semua siswa yang akan mengikuti SBMPTN melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) supaya lebih serius belajar dan mempersiapkan diri," ucapnya sembari berterimakasih kepada seluruh guru yang terus berusaha memberi yang terbaik untuk mendidik siswa-siswi.

Dengan semangat belajar, Barmen berharap SMAN 4 Pematangsiantar bisa menjadi sekolah terbaik di Indonesia khusus di Sumut. "Tahun lalu SMAN 4 masuk 1000 top SMA terbaik di Indonesia dan 18 terbaik di Sumut. Harapannya di tahun ini bisa masuk urutan 10 se Sumut," ucapnya.

Pada kesempatan ini, ia tetap mengimbau siswa-siswi yang telah lulus dan diterima di SBMPTN untuk tidak mengundurkan diri sehingga tidak menjadi hal buruk di tahun selanjutnya, khususnya bagi anak didik yang lulus dikemudian hari.

"Yang sudah diterima SNMPTN, jangan coba-coba tidak mendafarkan diri karena itu akan berdampak pada adik-adiknya dan kena finalti khususnya lulus di ITB. Tahun-tahun sebelumnya kita sudah ditegur dan ada pengurangan jumlah. Dari 8 orang terus berkurang sehingga sekarang hanya 3 yang diterima," tutupnya.