Gegara Hina Majikan, Ricardo Sihotang Dibunuh di Kedai Tuak

News

by Patiar Manurung

Gegara Hina Majikan, Ricardo Sihotang Dibunuh di Kedai Tuak

Pematangsiantar - Tersinggung karena diejek lewat bernyanyi di salah satu kedai tuak, nyawa Ricardo Sihotang (37) warga Jalan Sikkanauli, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar ini berakhir di tangan Benni Sitanggang. Kejadian itu menimpah korban di Jalan Bah Birong Ujung, Kelurahan Sigulang-gulang, Minggu (13/11/2022) malam.

Korban sebelumnya diduga melantunkan lagu yang dikarang sendiri, nadanya mengejek majikan daripada Benni Sitanggang. Berselang berapa saat, korban pun berniat meninggal kedai tuak, namun belum begitu jauh, Benni menyusul dari belakang sembari membawa pisau.

Benni, pria lajang yang bekerja di usaha katering itu, sejak siang minum tuak bersama dengan korban. Namun kebersamaan itu tiba-tiba menimbulkan kekesalan hingga niatnya menusuk rusuk korban hingga jatuh bersimbah darah, tidak dapat dibendung. Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan, sedangkan Benni pergi kabur.

Kasat Reskrim Polres Pematangsianțar, AKP Banuara Manurung bersama timnya sudah selesai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan kini Benni dalam pengejaran. Sementara korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna keperluan outopsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, Benni tersinggung karena siang harinya sekitar pukul 14.00 WIB korban yang sudah dikaruniai 4 anak itu bernyanyi dengan lirik “Sirait Sakilik”. Waktu korban menyanyikan itu, Benni telah menegurnya, namun tidak digubris. Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB beranjak keluar dari warung tuak.

“Ketika korban pulang atau keluar dari pintu kedai tersebut, sekira 2 meter dari kedai, pelaku datang langsung menikam korban sebanyak tiga kali. Pertama di dada kiri, lalu mata dan paha. Korban pada saat itu sudah kritis dan saat dibawa ke rumah sakit tidak tertolong,” kata Banuara Manurung.

Sejauh ini polisi sudah mengejar Benni Sitanggang dari persembunyiannya. Di samping itu, polisi tetap mencoba berkomunikasi kepada keluarga tersangka agar segera mungkin menyerahkan diri.