Inflasi di Kota Siantar Bulan September Sebesar 0,31 %

News

by Patiar Manurung

Inflasi di Kota Siantar Bulan September Sebesar 0,31 %

Pematangsiantar - Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar pada periode September 2021 mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,64% (yoy).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Agustus yang mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi selama 3 tahun terakhir pada periode yang sama yakni -0,16%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Teuku Munandar mengatakan tekanan inflasi pada periode September 2021 disebabkan oleh peningkatan harga sawi hijau, cabai merah, tomat, dan daging ayam ras. Harga komoditas sawi hijau naik sebesar 114,65% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,35%, disusul naiknya harga cabai merah sebesar 15,11% (mtm) dengan inflasi sebesar 0,11%.

Peningkatan harga sawi hijau juga dirasakan di Sumatera Utara, dimana penyumbang inflasi terbesar periode September 2021 di Sumatera Utara adalah Sawi Hijau dengan andil 0,05%. Selanjutnya harga cabai merah mengalami peningkatan setelah sempat mengalami deflasi di periode sebelumnya, hal ini tidak terlepas dari pasokan hasil panen yang semakin berkurang.

Tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas ikan dencis, bawang merah dan anggur. Harga ikan dencis turun sebesar -11,39%(mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,09%, harga bawang merah turun -13,45%(mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,08%, serta harga anggur turun sebesar -27,78%(mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,03%.

Turunnya harga bawang merah pada periode laporan juga terjadi di provinsi Sumatera Utara, dimana bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada periode laporan yakni dengan andil -0,03%.

Komoditas dengan andil inflasi terbesar, A. Sawi Hijau - Inflasi 114,65% (mtm), Andil 0,35%. B,  Cabai Merah - Inflasi 15,11% (mtm), Andil 0,11%. C, Tomat - Inflasi 31,60% (mtm), Andil 0,11%. D, Daging Ayam Ras - Inflasi 9,60% (mtm), Andil 0,09%.

Komoditas dengan andil deflasi terbesar, pertama Ikan Dencis - Deflasi -11,39 %(mtm), Andil -0,09%. Kedua, bawang Merah - Deflasi -13,45%(mtm), Andil -0,08%. Ketiga, anggur - Deflasi -27,78% (mtm), Andil -0,03%. Keempat, jeruk - Deflasi -7,15% (mtm), Andil -0,03%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi bulan September disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0.50%% (mtm) dengan andil sebesar 0.19% disusul inflasi dari Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,86 %(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04%.

Berdasarkan disagregasi kelompok inflasi, semua Kelompok tercatat mengalami inflasi. Kelompok Volatile Food (VF) mengalami inflasi sbs 0,65% (mtm), Core Inflation mengalami inflasi sbs 0,28% (mtm), serta Administrated Price mengalami inflasi sbs 0,01%(mtm).

Secara tahunan, Inflasi bulan September 2021 disumbang oleh Volatile Food (VF) sebesar 10,31% (yoy) dengan andil inflasi sbs 2,41%, disusul inflasi inti (Core Inflation) dan Administred Price (AP) yang mengalami inflasi masing-masing sebesar sebesar 1,79% (yoy) dan 1,17% (yoy).

Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi , beberapa program kerja yang telah dilakukan selama bulan September tahun 2021 oleh TPID Kota Pematangsiantar, yakni pelaksanaan monitoring dan pemantauan ketersedian bahan pokok di distributor dan gudang bulog. Pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS maupun Harga Disperindag dan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah Wilayah Kerja KPw BI Pematangsiantar