Jalur Masuk Medan Guna Mencegah Pemudik Diperketat

News

by Patiar Manurung

Jalur Masuk Medan Guna Mencegah Pemudik Diperketat

Medan, Kabarnas.com - Lewat penyekatan, warga yang tinggal di wilayah Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo dihalau masuk ke Kota Medan. Penutupan akses tersebut diharapkan dapat mengatasi penyebaran Covid-19.

Tiga lokasi akses masuk yang disekat yakni Jalan Jamin Ginting, persisnya seputaran persimpangan Tuntungan, Jalan Sisingamangaraja (persimpangan Amplas) dan Jalan persimpangan Kampung Lalang.

Seiring dengan penyekatan dan larangan mudik, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengimbau seluruh masyarakat mengurungkan niatnya.

"Hal ini dilakukan untuk membatasi mobilitas warga dari luar Medan masuk ke Kota Medan di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Ditambah lagi mobilitas warga di Kota Medan saat ini juga sudah cukup padat, apalagi hari ini merupakan hari terakhir kerja," kata Wali Kota, Selasa (111/5/2021).

Selanjutnya sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemko Medan juga melakukan pemeriksaan tes Covid-19 di setiap jalur perbatasan yang akan menuju ke arah wisata, salah satunya di Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan.

"Untuk antisipasi memang secara keseluruhan, Mebidangro tidak ditutup. Ini hanya untuk memantau tempat wisata, dari Kota Medan, ke Deli Serdang. Maka kita coba, kita tes untuk beberapa masyarakat yang akan berwisata ke Deli Serdang," ujar Bobby Nasution kepada Wartawan.

Adapun jumlah posko tersebar di 4 titik lokasi. Dimana lokasi tersebut di bagi rute perjalanan yang akan menuju ke arah wisata. "Kalau seperti ini ada 4 titik, di potensi wisata. Apalagi ini mau ke arah berastagi, besok hari libur, jadi kita traffic lagi harus kita waspadai," katanya.

Bobby berharap dengan adanya pos cek poin ini dapat meminimalisir penyebaran Virus Covid-19 khususnya di tempat wisata. Oleh karena besok hari libur sehingga traffic meningkat maka kita harus lebih waspada. Sedangkan untuk masuk ke tengah kota Medan akan dilakukan penutupan di 32 titik persimpangan.

"Kita akan mengantisipasi sebaik mungkin, jangan sampai keluar Medan, membawa virus ke tempat wisata, maupun sebaliknya. Nantinya seluruh pengendara yang masuk akan kita tanya dari tempat wisata mana dan kita tes," ujarnya.