Kecelakaan Tunggal, Biaya Pengendara Ini Ditanggung BPJS Kesehatan

News

by Patiar Manurung

Kecelakaan Tunggal, Biaya Pengendara Ini Ditanggung BPJS Kesehatan

Pematangsiantar - Pengalaman hidup yang kurang menyenangkan dialami oleh Pika Retno Pinanggih (21), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU). Dalam perjalanan pulang dari Sidamanik ke Pematangsiantar, dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal saat mengendarai sepeda motor.

Kecelakaan tersebut terjadi pada saat melaju dalam kondisi cuaca hujan dan aspal yang berlubang, serta suasana jalan yang agak gelap. Kondisi tersebut menyebabkan pandangan Pika dan seorang temannya yang duduk di bangku penumpang tidak begitu jelas.

"Waktu ada lubang di jalan, roda depan sepeda motor yang saya kendarai mendadak tergelincir. Saya kemudian kehilangan kendali sampai terjatuh," cerita Pika ketika ditemui pada Senin (22/11).

Akibat kecelakaan yang cukup fatal tersebut, Pika mengalami luka di bagian wajah, terutama di bagian pelipis matanya yang robek, karena benturan keras terjadi di bagian wajah depan bagian kanan.

“Malam itu saya ditolong oleh masyarakat setempat. Mereka langsung membawa saya ke Puskesmas terdekat. Karena kondisinya darurat, saya dibawa ke rumah sakit di Pematangsiantar,” tutur Pika.

Mulai dari biaya rontgen yang dilakukan beberapa kali, hingga biaya kontrol dan obat, Pika tidak ada mengeluarkan biaya karena Pika telah terdaftar sebagai pasien peserta Program JKN-KIS.

“Saya merasakan standar pelayanannya antara pasien peserta Program JKN-KIS atau pasien untuk umum sama saja, tidak dibeda-bedakan sama sekali,” ungkap Pika.

Walaupun Pika belum sempat menanyakan kepada bagian administrasi rumah sakit tentang biaya yang harus dibayar jika dirinya tidak terdaftar sebagai peserta Program JKN-KIS, dirinya yakin bahwa biaya yang dibutuhkan cukup besar.

“Sampai sekarang saya tidak mengeluarkan biaya satu rupiah pun. Untung saja saya aktif menjadi peserta Program JKN-KIS. Kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana saya bayar biaya pengobatannya. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak dokter dan BPJS Kesehatan. Saya merasa sangat terbantu dengan sinergitas kedua belah pihak. Program JKN-KIS ini dapat meringankan beban orang banyak terutama orang yang membutuhkan,” ujar Pika.