Melahirkan dengan Nyaman, Manfaat Program JKN-KIS Diapresiasi

News

by Patiar Manurung

Melahirkan dengan Nyaman, Manfaat Program JKN-KIS Diapresiasi
Foto

Pematangsiantar, Kabarnas.com - Melahirkan sering disebut sebagai ujung dari penantian panjang selama masa kehamilan dan saat proses melahirkan bisa disebut sedang bertaruh nyawa. Hal ini diutarakan Hertati Nainggolan (32), peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah Kelas I.

Hertati mengaku telah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak lima tahun yang lalu dan selama itu Hertati dan keluarga sudah dua kali memanfaatkan Program JKN-KIS untuk berobat, yakni operasi anak pertama dan anak keduanya. Pada saat berobat dengan menggunakan Program JKN-KIS, Hertati merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

"Puji Tuhan, selama berobat saya tidak pernah merasa kesulitan atau mendapatkan hambatan. Pengurusan administrasi pada saat memanfaatkan Program JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat saya terdaftar sangat mudah dan cepat prosesnya," kata Hertati saat bertemu dengan wartawan Kabarnas.com, Selasa (29/6/2021).

Saat ini Hertati melahirkan dibantu oleh Program JKN-KIS, ia merasa sangat nyaman memanfaatkan kepesertaannya itu. Menurutnya, Program JKN-KIS memiliki peran yang besar dalam membantunya dari mulai masa kehamilan sampai dengan melahirkan. Pada saat itu, Hertati mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien lain yang tidak menggunakan Program JKN-KIS.

"Di sana pelayanan kesehatan yang diberikan kepada saya cukup baik dan sangat membantu. Keluarga merasa sangat terbantu. Puji Tuhan pada saat memanfaatkan Program JKN-KIS justru saya malah selalu mendapatkan pelayanan yang terbaik," ungkap Hertati.

Mengingat pentingnya memperoleh kesehatan dan adanya kemudahan untuk sehat lewat BPJS Kesehatan, ia pun tidak lupa mengajak masyarakat luas ikut menjadi peserta Program JKN-KIS.

Hertati juga mengajak para peserta yang menunggak harus ikut proaktif dalam membayar iuran karena akan memberikan dampak untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Tentunya agar BPJS mampu berkembang dan terus membatu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hertati juga berharap agar BPJS terus bertahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di FKTP maupun FKTL.