Pesparawi ke IV se-Sumut Digelar di Siantar, Ini Pesan Menteri Agama

News

by Patiar Manurung

Pesparawi ke IV se-Sumut Digelar di Siantar, Ini Pesan Menteri Agama

Pematangsiantar – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke IV tingkat Provinsi SumateraUtara (Prov Sumut), yang digelar mulai tanggal 25 hingga 27 November 2021, resmi dibuka Gubernur Sumut lewat Staf Ahlinya, Binsar Situmorang di Gedung Siantar Ball Room, Sapadia Hotel, Jalan Diponegoro, Kecamatan Siantar Selatan.

Acara ini dihadiri sejumlah kepala daerah, tokoh-tokoh agama atau pimpinan gereja, Kepala Kantor Kementerian Agama dari berbagai kabupate dan kota yang ada di Sumut, Forkompimda Kota Pematangsiantar, para ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan (LPPD) Pesparawi tingkat II se Sumut.

Sementara Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas saat menyampaikan kata sambutan secara virtual, mengajak semua elemen masyarakat menjaga kerukunan umat beragama. 

Dijelaskan, sejak awal bangsa Indonesia dilahirkan menjadi bangsa yang kaya dengan keanekaragaman. Jauh sebelum nama Indonesia dideklarisikan sebagai Negara. Berbagai agama datang silih berganti di bumi nusantara, yang disambut ramah oleh masyarakat tanpa ada pertumpahan darah.

“Fakta ini menunjukkan bahwa sifat rukun dan damai sudah watak dasar bangsa Indonesia,” terangnya.

Kesatuan bangsa, kata Menteri, ibarat orchestra, dimana para pemusik dan penyanyi akan bersatu menjalin keharmonisan yang indah. 

“Oleh karena itu, dalam berbagai kesempatan saya selalu menyeruhkan agar agama menjadi inpirasi. Ini berarti hendaknya agama membawa kesejukan serta kedamaian bagi manusia dan tidak lagi digunakan sebagai alat untuk mewujudkan tujuan tertentu yang bukan menjadi tujuan kemasyalatan umat,” ujarnya.

Pelaksanaan Pesparawi merupakan langkah nyata dalam penerapan moderasi beragama karena dalam pelaksanaan Pesparawi bukan hanya melibatkan internal umat Kristen saja tetapi juga umat beragama lain.

“Pegelaran Pesparawi dapat menjadi sarana untuk memotivasi umat Kristiani dalam mengembangkan dan membangun bangsa melalui seni dan budaya keagamaan berupa talenta-talenta dalam memuji Tuhan,” ucapnya.

Sedangkan Binsar Situmorang mengatakan, Pesparawi salah satu acara yang membagakan Prov Sumut karena akan mencerminkan negeri berbilang kaum yang aman, sejahtera dan bermartabat. Pada kesempatan itu, Binsar Situmorang menyampaikan apresiasi dari Pemerintah Prov Sumut kepada seluruh kontingen yang berasal dari 24 kabupaten/kota.

“Kedepan kami berharap Pesparawi ini dapat mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional,” katanya membacakan kata sambutan dari Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah turut menyampaikan rasa terimakasihnya karena kota ini dapat dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pesparawi ke IV Prov Sumut. Pemko Pematangsiantar tentu membutuhkan dukungan dari elemen masyarakat, dari tokoh-tokoh dan lembaga agama. Ia pun berharap Pesparawi berjalan sukses dan sekaligus meningkatkan pelayanan gereja khususnya di Kota Pematangsiantar.

Sebelumnya, Ketua Panitia Harian Pesparawi ke IV Prov Sumut 2021, Leonardo Simanjuntak, dalam laporannya menjelaskan bahwa dana dari kegiatan yang digelar selama tiga hari berasal dari APBD Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas paduan suara gerejawi sekaligus mempersiapkan kontingen dari Sumut dalam mengikuti Pesparawi tingkat nasional. Adapun peserta lomba Pesparawi ini berasal dari 24 Kabupaten/Kota dengan mengikuti 12 katagori, untuk memperebutkan piala bergilir Gubernur Sumut.

Sementara Ketua Umum Pesparawi ke IV Pron Sumut, Timbul Marganda Tua Lingga, yang juga sebagai ketua DPRD Kota Pematangsiantar, berpesan agar Pesparawi jangan sampai hanya sekedar perlombaan, tetapi diharapkan dapat mengajak gereja-gereja se Sumut untuk lebih memuji dan mengagungkan Tuhan.

Pesparawi ini, kata Timbul, merupakan milik gereja bersama, yang diharapkan dapat meningkatkan semangat bersama untuk meningkatkan nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan toleransi antar gereja dan kerukunan antar umat beragama. Lingga berharap agar lewat Pesparawi ini semua gereja mengedepankan pelayanan dan persaudaraan dengan semua orang, kapan pun, dimana pun dan dalam situasi apapun.

“Sebagai komunitas Kristen yang ada di wilayah Provinsi Sumut, supaya kita yang terpanggil sebagai umat pilihan menjadi umat yang mampu membawa permbaharuan. Oleh karena itu, Pesparawi yang kita lakukan ini harus berdampak terhadap nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan toleransi antar gereja dan antar umat beragama sesuai tuntutan zaman, sekaligus membantu pemerintah daerah untuk mewujudkan harmonisasi umat secara keseluruhan,” jelasnya.