Polisi Gadungan Kabur Sehari Jelang Pernikahan

News

by Patiar Manurung

Polisi Gadungan Kabur Sehari Jelang Pernikahan

Simalungun, Kabarnas.com - Rencana pernikahan Eva Mayasari Manurung dengan seorang pria yang mengaku anggota polisi, pupus. Sehari sebelum pemberkatan pernikahan di gereja, pria yang mengaku bernama Ahmad Sofian tersebut kabur. Belakangan diketahui pria berusia 37 tahun itu merupakan polisi gadungan.

Untuk meninggalkan Eva Manurung, pada tanggal 24 Juni 2021 sekitar pukul 18.00 WIB, Ahmad sempat pamit pergi dengan alasan menjemput keluarganya dari Bandara Kualanamu. Ahmad berangkat menggunakan mobil dengan seorang sopir. Namun sampai hari pernikahan, Ahmad tidak kembali, bahkan nomor kontaknya tidak lagi aktif.

Wanita yang tercatat sebagai warga Huta Manik Tomok, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini mengaku bahwa acara adat batak untuk pernikahannya seyogianya dilaksanakan, Sabtu (26/6/2021). Semua kebutuhan ke sana, termasuk sanak famili telah diundang.

"Seharusnya acara pesta pernikahan kami akan digelar hari ini (Sabtu tanggal 26 Juni 2021). Semua sudah disiapkan tapi gagal karena pengantin laki-laki sampai sekarang tidak pulang," kata Eva kepada sejumlah wartawan, Minggu (27/6/2021).

Adapun pertemuannya, kata Eva Manurung, berawal saat ibunya dirawat di rumah sakit yang ada di Kota Medan, pada Januari 2021. Karena penanganan medis butuh waktu lama maka Eva menyewa kamar kos-kosan. Sejak pertemuan itu, komunikasi keduanya terus berlanjut.

Kepada Eva Manurung, Ahmad mengaku sebagai polisi berpangkat Kompol dan jabatannya ada di satuan Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut. Eva Manurung mengaku semakin tidak curiga dengan status Ahmad, apalagi Ahmad tidak segan mengaku dirinya pernah menjabat sebagai Kapolsek Karawang, Banten dan Kapolsek di daerah Nias, ditambah lagi dengan penampilan Ahmad.

Kepercayaan itu ternyata dimanfaatkan Ahmad untuk memakai uang Eva Manurung, sampai-sampai dalam menuruti semua permintaan Ahmad, perhiasan berupa emas miliknya dan juga milik ibunya serta milik adiknya pun diberikan. Kepercayaan itu tidak lepas dari kemauan Ahmad untuk menikah.

Ahmad bersedia dinikahkan dengan adat Batak dengan diangkat jadi marga Tambunan. Semua sudah dilaksanakan bahkan Ahmad pun bersedia murtad masuk agama Kristen.

"Dia sudah diangkat jadi marga Tambunan atas permintaanya. Bahkan dia bersedia masuk Kristen. Semua sudah dilaksanakan sesuai adat Batak. Tapi untuk biaya pesta dia belum ada pengeluaran, kami sudah benar-benar tertipu" ujar Eva sambil meneteskan air mata.

Dorlen Damanik selaku Pangulu Nagori Gorak juga mengaku sangat tertipu atas kelakuan Ahmad. "Saya tidak ada merasa curiga sedikit pun sama dia, bahkan saat mengurus surat-surat untuk perlengkapan pernikahannya dia datang ke kantor, saya tidak habis pikir" Ujar Dorlen.