Rasakan Nilai Pluralisme, Pdt Sonerbin Simangunsong Pilih Masuk PKB

News

by Patiar Manurung

Rasakan Nilai Pluralisme, Pdt Sonerbin Simangunsong Pilih Masuk PKB
Foto

Pematangsiantar - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan partai yang didirikan dari pemikiran sejumlah ulama. Partai ini identik dengan agama Islam, namun seiring berjalan waktu, masyarakat dapat melihat dan merasakan nilai pluralisme yang dilakukan para tokoh pendiri.

Nilai nasionalisme yang menjadi salah satu nilai perjuangan PKB, itu dibuktikan dari struktur kepengurusan. Contohnya pengurus PKB di Kota Pematangsiantar. Ketuanya Imran Simanjuntak seorang beragama Islam, Sekretaris dan Bendaharanya Kristen, yaitu Gredo Tarigan dan Pendeta Sonerbin M Simangunsong.

Pendeta Sonerbin M Simangunsong ketika diwawancarai mengatakan, dirinya memutuskan menjadi pengurus PKB karena mengagumi sosok Presiden Indonesia ke-5, Gus Dur. Dan ternyata pilihannya itu mendapat dukungan dari keluarganya.

“Iya kita dalam berorganisasi itu kan memang harus hidup dengan berbagai agama. Dan sosok itu saya kenal pertama kali pada Gus Dur. Makanya masuklah ini ke PKB. Saya pencinta Gus Dur, Gusdurian,” kata Pdt Soni.

Dikatakan Soni, keluarga besarnya sendiri sudah akrab dengan dunia politik. Selain dirinya yang baru-baru ini bergabung dengan PKB, ada dua partai lain yang mewarnai keluarga besarnya.

“Di keluarga saya, ada tiga partai yang dimasuki. Pertama Golkar, itu bapak saya. Lalu kedua itu PDI-P. Yang lain itu kami anggap belum pas ke kami,” katanya.

Soni merasakan dirinya sangat cocok dengan PKB. Dia tak merasakan perbedaan apapun saat dirinya bergabung dengan PKB. Bahkan ia menyebut, tak cuma dirinya, sejumlah nama-nama pendeta lain juga ikut bergabung dengan DPC PKB Pematang Siantar.

“Ya, cocoklah dengan PKB. Karena kebersamaan tadi. Itu kita jauhkan itu politik identitas. Itu yang harus dijauhkan dari masyarakat. Apa yang menjadi persoalan mari kita pecahkan. Dan itu saya lihat ada di PKB,” katanya.

“Ada tiga penasihat kita itu pendeta. Karena kita anggap Gus Dur itu tadi ya, pemersatu bangsa itu tadi,” kata Soni yang saat ini menjabat sebagai Bendahara DPC PKB Kota Pematang Siantar.

Sejauh ini, Soni mengakui tidak sulit baginya menghadirkan diri ke komunitas muslim dan Kristen di Siantar. Hal ini pun ingin ia harapkan terwujud terus menerus antarsesama manusia di daerah-daerah lain di Indonesia.

“Bahkan saya bentuk kelompok Mikro Usaha Kecil itu isinya muslim semua,” kata pria yang menjadi pendeta sejak tahun 2013 itu.

Diakui Soni, memang pandangan masyarakat tentang politik masih perlu literasi yang tinggi. Hal-hal berkaitan jual beli politik identitas hendaknya sudah dihilangkan di era modern saat ini, dan terus belajar untuk hal-hal baik.