Suguh Hati Berakhir, Rumah Penggarap di Lahan PTPN III Dirobohkan

News

by Patiar Manurung

Suguh Hati Berakhir, Rumah Penggarap di Lahan PTPN III Dirobohkan

Pematangsiantar - PTPN III Kebun Bangun Afdeling IV merobohkan puluhan bangunan rumah penggarap di wilayah Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Selasa (22/11/2022).

Proses pembongkaran dikawal ratusan anggota Polres Pematangsianțar, anggota TNI dan Satpol PP. Saat bangunan dihancurkan menggunakan 4 ekskavator, sejumlah warga sempat melakukan perlawanan, seperti berdiri di atas atap maupun di dalam bangunan.

Upaya warga untuk menghalangi eksekusi itu tidak berjalan lama karena petugas gabungan langsung mengangkat warga ke luar dari area dan bangunan rumah. Ketika bangunan dihancurkan, warga tak henti berteriak-teriak.

Doni Manurung, selaku Asisten Personalia PT Perkebunan Nusantara III Kebun Bangun menjelaskan, eksekusi ini merupakan hari pertama dan akan dilanjutkan tanggal 18 November 2022 nanti. Sekarang ini bangunan yang dirobohkan adalah milik yang sudah menerima suguh hati. Tahap selanjutnya adalah bangunan-bangunan yang tidak berpenghuni dan tidak layak.

"Terhadap bangunan-bangunan yang berpenghuni yang mungkin tindak lanjut detailnya akan berkomunikasi dengan Polres. Kita sudah merubuhkan 60 rumah. Kebetulan setengahnya sudah dirubuhkan sendiri, kita hanya menyempurnakan," terangnya.

Doni Manurung mengakui masih adanya warga yang tetap bertahan di lahan yang mereka garap. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 kepala keluarga, dan mereka belum mau menerima suguh hati.

"Kemarin ada penerima pendaftar sagu hati mengklaim itu miliknya. Dia bilang rumah sudah ditempati kakak iparnya. Dan tidak mau keluar dari situ. Kita sudah memberikan suguh hati. Ternyata yang bersangkutan juga tidak hadir dengan alasan sedang menghadiri pesta," ujarnya.

"Kalau bagi kami ini provokator. Ada massa kiriman yang memancing pihak keamanan dan perlawanan dari masyarakat. Ini massa-massa kiriman," kata Doni lagi.

Terkait rencana selanjutnya, Doni dengan tegas mengatakan, pihaknya akan membersihkan lahan HGU sampai tuntas sehingga tak ada satu pun bangunan yang berdiri, kecuali rumah ibadah.

"Untuk bangunan rumah ibadah, seperti gereja HKI, begitu juga dengan masjid tetap berdiri. Jadi untuk gereja yang lain, sudah dibongkar sendiri," jelasnya.

Sejauh ini PTPN III Kebun Bangun Afdeling IV telah mengeluarkan sekitar Rp 5 miliar uang sagu hati. Opsi terakhir bagi masyarakat yang menolak suguh hati akan dibawah ke ranah hukum.

"Ada opsi kita yaitu upaya paksa dan upaya hukum, mengingat jumlah mereka sudah tidak banyak lagi" terangnya dengan menambahkan bahwa dana sagu hati telah diserahkan kepada 267 KK.