Sambut Nataru, di Daerah Simalungun Dilarang Pawai

News

by Patiar Manurung

Sambut Nataru, di Daerah Simalungun Dilarang Pawai

Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto pimpin rapat koordinasi (Rakor) Operasi Lilin Toba Tahun 2021 di rumah dinas (Rumdis) Wakil Bupati (Wabup) Simalungun, Jalan Suri-suri, Kecamatan Siantar, Rabu (22/12/2021) malam sekira pukul 19.30 WIB.

Kapolres Simalungun mengatakan bahwa Ops Lilin Toba 2021 dimulai tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. “Kita lakukan berbagai cara dengan mendirikan Pos Pengamanan dan Cek Poin untuk memastikan masyarakat yang melakukan perjalanan dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Guna mensukseskan pengamanan Nataru saat pandemi Covid-19 dibutuhkan langkah strategis dan kerjasama antar lintas sektoral, salah satunya melaksanakan vaksinasi yang maksimal, memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat agar Nataru dapat disikapi dengan arif dan bijaksana.

"Kegiatan mudik kalau tak penting ditunda. Kita imbau kepada masyarakat untuk tetap jaga kesehatan kita bersama,"ujar Kapolres.

Dalam pelaksanaan Ops Lilin Toba 2021, kata Kapolres, mempedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 66 Tahun 2021, Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

"Diharapkan seluruh stake holder dan kita bersama dapat bekerjasama mensukseskan Operasi Lilin Toba 2021 ini, mari kita jadikan pekerjaan ini menjadi ladang ibadah kita masing-masing, terimakasih,"tandas Kapolres Simalungun.

Sementara Wabup Simalungun, H. Zony Waldi, menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun siap mendukung penuh Polres Simalungun dalam mensukseskan Operasi Lilin 2021, dan akan membantu dalam kesiapan operasi termasuk dengan sarana dan prasarana seperti penyediaan mobil ambulance, tenaga kesehatan, serta fasilitas Kesehatan (Faskes) penanganan Covid-19 disetiap Pos Pam yang didirikan.

Wabup mengatakan Dinas kesehatan juga akan disiagakan meliputi Rumah Sakit yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun, akan diminta untuk menyiapkan ruangan isolasi apabila dalam pelaksanaan ditemukan masyarakat yang reaktif dalam pemeriksaan, serta tenaga Vaksinator guna melakukan Vaksin dilokasi Pos Cek Point.

Untuk antisipasi bencana alam, kata Wabup Pemkab Simalungun juga akan meminta bantuan penyediaan alat berat agar disiagakan dilokasi-lokasi rawan terjadinya bencana alam termasuk dengan wilayah pariwisata yang ada.

Dijelaskan juga, Kadis Perhubungan diminta untuk sigap dan tanggap agar melakukan pengecekan terhadap angkutan umum masyarakat seperti bus, kapal serta kelengkapan yang harus tersedia.

Ia meminta manifes tiap kapa harus lengkap sesuai dengan ceklis yang sudah ditentukan, diharapkan agar kecelakaan kendaraan umum masyarakat seperti Bus, dan Kapal tidak terjadi.

"Pemkab Simalungun juga akan mengeluarkan imbauan kepada masyarakat berdasarkan Imendagri 66/2021 untuk tidak melakukan arak-arakan pada malam tahun baru dan menutup alun-alun yang ada di wilayah Simalungun, dan menentukan jam operasional serta kapasitas keramaian di tempat-tempat kerumunan masyarakat, seperti cafe, warung ataupun tempat wisata prioritas," pungkasnya.

Rakor tersebut dihadiri Forkopimda Kabupaten Simalungun diantaranya Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani, Waka Polres Kompol Efianto, Dandim 0207/SML Letkol Inf Roly Souhoka diwakili Pasi ops Kapten Totok Ragil.

Dihadiri juga oleh Kabag Ops Kompol Juni Herimon Situmorang, Kasat Lantas AKP Hendrik Fernandes Aritonang, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dr.Lidya Rayawati Saragih, Direktur Rumah Sakit Se-Kabupaten Simalungun, Kadis Perhubungan Simalungun, Perwakilan MUI Simalungun, Ketua Bankom Raya Siantar-Simalungun serta Stake Holder Terkait pelaksanaan Ops Lilin Toba 2021. (Ary)